Skinpress Demo Rss

Friday, April 16, 2010

ke perakuan hamba

Dengan nama Allah yang Maka Pemurah Maha Pengasih Maha Penyayang...

bicara aku untuk aku... hati merawat jiwa yang luka, jiwa merawat hati nan terseksa dalam menuju Yang Maha Esa; supaya tunduk dan sujud sebagai hamba, perakui Allah - Tuhan Pemilik alam semesta...

Allah Maha Sempurna dan telah menjadikan agama Islam sebagai agama yang sempurna untuk manusia makhlukNya yang sempurna; kesempurnaan Allah meliputi segala kesempurnaan; kebenaran Allah meliputi segala kebenaran. Penafian kesempurnaan dan kebenaran Allah menafikan keTuhanan Allah, Zat yang Maha Esa lagi Maha Perkasa. Apakah yang lebih penting dalam kehidupan ini selain Tuhan?

adakah tahu tapi buat-buat tak tahu; apakah itu diertikan dengan ilmu, sedang ilmu perakuan diriku dan diriMu yang sepatutnya hidup bersatu... walau aku di sini Kau di sana, hakikatnya bersama. Tuhan, bantulah aku yang ingin menjadi hambaMu; dan diperakui sebagai hambaMu...

aku-aku Engkau-Engkau hebatnya Nafsu kepada Tuhan, lebih bernafsu daripada berTuhan, hukum akal mengatasi pedoman Tuhan, meninggi ilmu terpinggir Kalam... hebat manusia dari syaitan; merasa lebih hebat dari Tuhan

di dalam sesat hati gembira, di dalam taat hati kecewa; konon ikhlas walhal dusta kerana jiwa dalam derita, lumrah manusia tak punya apa masih mengharap nikmat dunia; dalam tak sedar Tuhan kecewa; konon hidup dalam agama di dalam derhaka berjiwa dunia... neraka menunggu menyala-nyala

diri bersolat di dalam sesat, Maha Sempurna seolah cacat; hati memandang tidak melihat menafikan Tuhan yang Maha Melihat.. kalam beriman dibuat-buat supaya manusia dapat melihat, seolah Tuhan buta pada jiwa yang jahat; walhal Tuhan kiblat berhajat.....

berpesan diri hidup berTuhan, jiwa dan hati angkuh kesombongan; "bukankah aku mengenal Tuhan?" "siapa kata aku tak kenal Tuhan?" padahal hidup dalam perasan, dalam kesombongan syaitan berteman... Azazil gembira lagi keriangan; gembira hati dalam kebencian tenang jiwa dalam kemarahan... di manakah Tuhan?

sakit hati di hati sakit, di dalam sesat jiwa menjerit, laluan berTuhan semakin sempit nikmat dunia semakin menghimpit; cerita Tuhan dirasakan pahit sedang petunjuk alamat di bumi dan di langit... manusia pilih jalan yang sempit dan masih mahu menongkat langit

iman dan taqwa disuluh Kalam, hati terpaut di jalan yang kelam, bila hidup menjadi suram - apakah patut Tuhan disalahkan? apakah patut Tuhan dipertikaikan? padahal diri telah memilih jalan syaitan... hak Tuhan entah siapa yang melihat memandang...

kebenaran manusia dimintakan bukti, kebenaran Tuhan selepas mati namun tanda dan pesan tetap diberi, cuma hati tak mahu perhati; diajarkan takut berhati-hati pada Tuhan yang Empunya diri seolah hidup tidak kembali; taubat tertutup jalan kembali terhenti... menyesal tidak berguna lagi

Renaissance Eropah berabad sudah Renaissance Melayu tak sudah-sudah, organ sakit badan dibedah jiwa sakit biar ajelah... kepada iblis menyerah kalah merasakan diri tiada bersalah padahal lisan berTuhankan Allah

di dalam gelap hidayah menyuluh, luka di hati cepatlah sembuh agar jiwa taat dan patuh, akal yang kotor dapat dibasuh; dalam tahajud menanti subuh...........

0 comments:

Post a Comment